Wakapolres Simalungun juga menyoroti peran strategis perempuan di berbagai sektor. Dari perempuan yang berkarya di daerah pesisir hingga perkotaan, dari pelaku UMKM, petani, buruh, tenaga kesehatan, pendidik, hingga yang berkarya dalam pemerintahan, politik, olahraga, seni, dan teknologi—semuanya memiliki kontribusi nyata bagi bangsa.
“Mereka adalah wajah ketangguhan bangsa ini. Dalam ruang domestik maupun publik, perempuan Indonesia hadir, bekerja, mencipta, merawat kehidupan, dan memastikan keberlangsungan generasi,” papar Kompol Edi Sukamto dengan penuh keyakinan.
Peringatan kali ini, kata dia, juga sejalan dengan agenda nasional termasuk implementasi Asta Cita dan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dalam rangka meningkatkan kualitas SDM, penguatan sistem perlindungan, penghapusan diskriminasi, serta percepatan pemberdayaan perempuan di berbagai sektor.
Pemerintah, lanjutnya, terus memperkuat kerangka hukum dan kebijakan melalui UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), UU Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT), hingga pengarusutamaan gender dalam seluruh sektor pembangunan.
“Semua ini didorong agar perempuan Indonesia memiliki kesempatan yang setara, terlindungi dari kekerasan, bebas dari diskriminasi, serta mampu berdaya dan berkarya sesuai potensi terbaiknya,” tegas Wakapolres.
Di akhir upacara, Kompol Edi Sukamto mengajak seluruh elemen bangsa—pemerintah, dunia usaha, masyarakat sipil, organisasi perempuan, dunia pendidikan, media—untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
“Kepada seluruh perempuan Indonesia, terima kasih atas kekuatan, daya juang, kasih sayang, kontribusi, dan karya nyata yang selama ini mewarnai perjalanan bangsa. Selamat Hari Ibu ke-97!” pungkasnya penuh semangat.
Upacara ditutup dengan doa bersama dan nyanyian Andhika Bhayangkari, sebelum Inspektur Upacara berkenan meninggalkan lapangan dan peserta dibubarkan oleh Komandan Upacara sekitar pukul 09.30 WIB.
(AG/HN)












