Panggung “Balas Dendam” dan Pengeroyokan Politik
Masuknya Ahmad Doli Kurnia sebagai Plt Ketua juga dipandang sebagai momentum “balas dendam” politik.
Perseteruan lama antara faksi ADK dan Ijeck kini mencapai puncaknya. ADK diduga telah menyiapkan figur baru, yakni Bupati Labuhanbatu Utara, Hendri Yanto Sitorus, untuk menggantikan Ijeck secara permanen dalam Musda mendatang.
“Ijeck sedang mengalami ‘pengeroyokan’ dari berbagai lini. Konspirasi antara Bahlil, ADK, dan kepentingan keluarga Jokowi membuat posisi Ijeck terjepit, meskipun ia telah berjasa besar meningkatkan kursi Golkar di parlemen,” ujar sumber internal partai.
Dilema Kader di Akar Rumput
Kini, mata publik tertuju pada para pemilik suara di tingkat DPC Kabupaten/Kota. Apakah mereka akan tunduk pada garis instruksi DPP yang sarat kepentingan kekuasaan 2029, atau tetap setia pada kepemimpinan Ijeck yang dinilai telah teruji prestasinya?
Suasana politik Sumut diprediksi akan terus mendidih hingga pelaksanaan Musda awal tahun depan, di mana “perang bintang” antar faksi akan menentukan arah masa depan partai berlambang pohon beringin tersebut di Sumatera Utara. *(Tim)*












