“Sekolah dan universitas harus menjadi tempat lahirnya generasi yang cerdas secara intelektual, tangguh secara karakter dan kuat dalam integritas moral,” ucap Husni.
Sementara di lingkungan birokrasi, nilai Pancasila perlu dihadirkan melalui pelayanan publik yang adil, transparan, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Di bidang ekonomi, ia mendorong agar pembangunan tak hanya menguntungkan segelintir pihak, tetapi membawa kesejahteraan bagi semua lapisan masyarakat.
“UMKM, ekonomi kerakyatan, dan koperasi harus terus diberdayakan agar tak ada warga yang tertinggal dalam kemajuan bangsa,” kata dia.
Terakhir, ia juga menyinggung pentingnya menghidupkan nilai Pancasila di ruang digital. Menurutnya, dunia maya bukan ruang bebas nilai, melainkan tempat yang juga harus dijaga dengan etika dan semangat toleransi.
“Pancasila harus menjadi panduan dalam berinteraksi di media sosial maupun platform lainnya. Mari kita perangi hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi dengan literasi digital dan semangat gotong royong,” ajaknya.
Di akhir pidatonya, Husni menyampaikan harapan agar Pancasila benar-benar menjadi sumber inspirasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kita ingin Indonesia yang maju bukan hanya secara teknologi, tapi secara moral. Kita ingin Indonesia sejahtera bukan hanya dalam angka statistik, tapi juga dalam rasa keadilan dan persaudaraan. Mari terus bergotong royong, menjaga persatuan, menghargai perbedaan dan menanamkan nilai-nilai dalam setiap aspek kehidupan. Jadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dalam berkarya, berbangsa, dan bernegara,” pungkasnya.
Parlindungan Tambunan












