“Cabor jangan pasif. Harus ada daftar event yang disiapkan dari awal. Kalau ada komunikasi dua arah, tidak akan ada lagi atlet yang harus rogoh kocek sendiri,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya duduk bersama antara pemerintah, KONI, Pertina, dan semua pihak terkait untuk membangun sistem pembinaan olahraga yang lebih terstruktur. Dukungan, kata dia, tidak hanya datang ketika seremoni atau setelah atlet pulang membawa medali, tetapi juga harus hadir sejak proses persiapan.
“Kalau mau hasil, prosesnya juga harus kita benahi. Atlet butuh dukungan moral dan finansial. Jangan hanya hadir saat seremonial lalu mengklaim prestasi itu sebagai milik bersama,” pungkas Bahru.
Kisah atlet Rembo Boxing Camp yang tetap berprestasi meski tanpa sokongan pemerintah menjadi alarm keras bagi masa depan olahraga di Kota Singkawang. Tanpa perubahan serius, peringatan Bahru seakan menjadi nyata: “Kita hanya sedang menonton masa depan olahraga di kota ini mati perlahan.”
Sumber: Bahru Ardiansyah, Ketua Teknik & Kepelatihan Rembo Boxing Camp
Penulis: Jono Aktuvis98












