“Kami menyambut baik program ini. Apalagi konsepnya tematik, berkesinambungan, dan dapat disinergikan dengan berbagai program pembangunan daerah,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan tematik akan memudahkan sinkronisasi dengan program kerja organisasi perangkat daerah (OPD), sehingga potensi yang dimiliki mahasiswa dan perguruan tinggi dapat dioptimalkan untuk mendukung pembangunan daerah.
“Kegiatan ini bisa dikoneksikan dengan OPD terkait sesuai bidang dan program studinya. Pemerintah daerah tentu siap memberikan dukungan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa penempatan mahasiswa KKN perlu mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari keamanan, kondisi wilayah, hingga dukungan masyarakat setempat agar kegiatan pengabdian dapat berjalan optimal.
“Kita ingin mahasiswa dapat menjalankan pengabdian dengan baik. Aspek keamanan, kondisi wilayah, serta dukungan masyarakat harus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Siak turut menghadirkan sejumlah OPD terkait dari bidang pendidikan, kesehatan, sosial, pariwisata, serta pembangunan sumber daya manusia untuk membuka ruang diskusi dan menjajaki peluang kerja sama yang lebih luas.
Mahadar mengusulkan agar pihak Universitas Hang Tuah memaparkan secara komprehensif konsep dan mekanisme pelaksanaan program kepada Bupati Siak dan jajaran pemerintah daerah, sehingga sinergi yang dibangun dapat berjalan efektif dan selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Rencananya, KKN Tematik akan dilaksanakan mulai 20 Juli 2026 selama satu bulan dengan bobot empat Satuan Kredit Semester (SKS) dan beban kegiatan 45 jam per minggu. Sebanyak 454 mahasiswa akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Siak dan ditempatkan di sejumlah kampung di Kecamatan Sungai Apit untuk melaksanakan program pengabdian.
Mahadar berharap pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam mempererat kerja sama antara Universitas Hang Tuah dan Pemerintah Kabupaten Siak di berbagai bidang, sekaligus menjadikan Siak sebagai contoh pelaksanaan KKN Tematik yang mampu menghadirkan inovasi dan solusi berkelanjutan bagi pembangunan desa.
“Prinsipnya, kita ingin berkolaborasi. Semoga program KKN Tematik ini menjadi wadah pengabdian mahasiswa sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Siak. Apa yang menjadi gagasan dan program bersama dapat diwujudkan demi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Mahadar.
Parlindungan Tambunan












