Wabup juga menyoroti minimnya lampu penerangan serta kondisi beberapa ruas jalan yang masih mengalami kerusakan, ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera melakukan percepatan pemeliharaan jalan, khususnya pada ruas-ruas utama yang sering dilalui masyarakat.
“Jalan yang berlubang atau rusak tentu akan mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan serta kelancaran lalu lintas arus mudik. Kami minta dinas terkait segera melakukan perbaikan, dan untuk lampu tolong para camat bantu dishub lakukan pemantauan dan segera laporkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Siak, Nugroho Imam Darotdjat menyampaikan bahwa kondisi inflasi daerah tersebut secara umum masih relatif terkendali berdasarkan pemantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Siak bersama BPS dan Diskominfo Siak.
Secara bulanan inflasi masih tergolong rendah. Namun secara tahunan dibandingkan Februari hingga Maret 2025, inflasi tercatat sekitar 3,23 persen sehingga menjadi perhatian karena melewati sasaran inflasi nasional.
Beberapa komoditas yang berpotensi memicu inflasi di Kabupaten Siak antara lain daging ayam ras, cabai merah, tomat, ayam hidup dan emas perhiasan. Untuk stok beras dinilai masih sangat mencukupi dan harga kebutuhan pokok relatif stabil meskipun tetap perlu diantisipasi gangguan pasokan dari daerah penghasil.
“Stok bahan pangan secara umum masih relatif aman. Namun beberapa komoditas seperti bawang merah, cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras dan daging ayam ras tetap perlu diwaspadai. Untuk harga, relatif stabil dan tidak ada fluktuasi yang cukup tajam,” pungkasnya
Parlindungan Tambunan












