“M. AZHARI selaku panglima Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB).PAC. pangkalan pisang angkat bicara disaat wartawan mengutip keterangan nya. Dimana dirinya merasa terjolimi. pada hal lahan objek yang dimilikinya diatas lahan lebih kurang 12 hektar tersebut. memilih untuk bertahan, ini bahasa M AZHARI. berapakali saya memanen hasil sawit dari kebun saya selalu pihak PTP.5.N. mendatangi saya. Bukan cuma sekali ini bahkan saya selalu didatangi segrombolan pengaman PTPN5 Keladang saya setiap saya memanen,” ucap M. AZHARI.
“Lanjut M.AZHARI,” sudah dua kali ini buah sawit yang saya panen dibawa kepolsek koto gasib. Ada apa ini jelas2 sudah ada surat petikan putusan dari pengadilan tahun 2014. Namun pihak PTPN5 selalu mengganggu saya, bahkan sampai sekarang belum ada titik penyelesaiyan jadi membuat saya tak nyaman lagi diladang saya,” terang M.AZHARI.
“Lebih memperjelas lagi wartawan mencoba mengkonfirmasih tentang masalah buah sawit yang dibawa ke Polsek koto Gasib Kepada sala satu menejemen PTPN5 disebut ASUM nya lewat pesan SMS WhatsApp pribadi nya namun belum ada memberikan jawaban kepada wartawan sampai berita ini diterbitka.
Dengan ini kami meminta kepada pihak pemerintahan provinsi/pemerintahan, pusat kabupaten agar kiranya segera menindaklanjuti Perihal tersebut.agar kiranya segera menindaklanjuti atau menduduki kembali permasalahan tersebut.yang mana seperti sedemi kian yang pernah permasalahan tersebut.di terjemahkan pada Tempo lalu.
(16-03-2024).












