“Kalau MPP menetapkan harga lapak Rp23 juta, maka kami di APPSI siap menetapkan harga Rp12 juta. Ini demi membantu pedagang kecil agar tetap bisa berusaha,” tambahnya dengan nada tegas.
Tak hanya itu, Safrudin juga menyinggung sikap Pemerintah Kabupaten Kampar yang dinilai belum menunjukkan keberpihakan kepada pedagang kecil.
“Sampai sekarang kenapa pemerintah Kampar tidak bersuara dan terkesan lemah oleh PT MPP? Ada apa dengan semua ini? Apakah pemerintah tidak berfungsi lagi atau sudah dikalahkan oleh suatu perusahaan? Kami berharap pemerintah tidak boleh lemah kalau demi rakyat Kabupaten Kampar, demi kesejahteraan pedagang kaki lima di Pasar Atas Inpres Bangkinang,” sentilnya dalam orasi.
Melalui aksi tersebut, APPSI berharap Pemerintah Kabupaten Kampar dapat memberikan peluang dan kesempatan kepada mereka untuk turut serta mengelola lapak di Pasar Inpres, demi meringankan beban pedagang dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil.
Mendengar orasi tersebut, para pedagang kaki lima yang hadir menyatakan dukungan penuh terhadap wacana APPSI.
“Kami sangat setuju dengan APPSI,” seru para pedagang secara serentak, berharap adanya solusi konkret yang berpihak kepada pedagang kecil menjelang Ramadhan.
Safri












