“Kita tidak bisa bicara soal memperbaiki pendidikan kalau anak-anak sekolah kita takut keluar rumah karena diancam senjata tajam oleh gerombolan kriminal. Penegakan hukum adalah pintu masuk sebelum pembangunan ekonomi bisa berjalan. KontraS jangan hanya melihat dari sisi pelaku yang tertangkap, lihatlah ribuan korban masyarakat sipil, pedagang kecil, dan buruh pelabuhan yang dirampok,” lanjutnya.
4. Dukungan Total Terhadap Kapolres Belawan dan Danpomal
LAAB memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolres Pelabuhan Belawan dan jajaran Pomal atas keberanian mereka masuk ke wilayah-wilayah rawan (zona merah). LAAB menilai situasi saat ini justru menunjukkan kehadiran negara (State Presence) yang nyata, bukan sekadar simbolik.
5. Seruan Kepada Masyarakat
Ustadz Muhammad Nabawi mengimbau seluruh warga Belawan untuk tidak terprovokasi oleh rilis-rilis yang mencoba membenturkan masyarakat dengan aparat keamanan. LAAB meminta pihak-pihak di luar Belawan untuk berhenti melakukan intervensi narasi yang justru melemahkan semangat aparat dalam memberantas kejahatan.
Pernyataan Penutup
“Kami atas nama masyarakat Belawan, melalui LAAB, menyatakan tetap berdiri di belakang POMAL dan Kapolres Belawan. Jika ada pihak yang keberatan dengan keamanan yang mulai kondusif di Belawan saat ini, patut dipertanyakan kepentingan apa yang mereka bawa. Jangan korbankan ketenangan kami demi agenda populisme HAM yang sempit,” tutup Ustadz Muhammad Nabawi.
Laporan AG












