Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Berita

Lelaku Mafia Ditengah Kobaran “Api” Pulau Penyangga : Lahan Warga Lenyap BP Batam Senyap

×

Lelaku Mafia Ditengah Kobaran “Api” Pulau Penyangga : Lahan Warga Lenyap BP Batam Senyap

Sebarkan artikel ini

BATAM – Dewanusantaranews.com – Kebakaran lahan beberapa waktu lalu (23/12), yang menghanguskan salah satu pulau penyangga di Batam, disinyalir bakal menimbulkan friksi panjang di tengah masyarakat dan pemerintah. Selain belum tersingkapnya biang kerok penyebab kebakaran, status kepemilikan lahan, alas hak aspal, kehadiran perusahaan yang membeli lahan dengan harga ‘murah’ juga berpotensi menimbulkan konflik sosial dan hukum, lebih jauh bahkan gesekan antar warga, atau antara warga dengan pemerintah. Pembukaan pulau tanpa izin dari BP Batam untuk perkebunan, pariwisata atau malah diam-diam tambang bauksit juga bakal menjadi kontroversi selanjutya.

Sapdani, Ketua RT di Tanjungmelagan, Kelurahan Galang Baru, beralibi kejadian kebakaran ini karena unsur ketidaksengajaan, berawal saat para pekerja di lokasi membakar sarang tawon, nahas api yang dikira padam rupanya memberangus pulau.

Baca Juga  Masyarakat Desa Batu Sundung Minta Kejari Paluta Usut Tuntas Dugaan Korupsi PSR Paluta

“Saat itu para pekerja di lokasi terganggu karena disengat tawon, kemudian mereka berinisiatif membakar sarangnya. Selepas mereka membakar dianggap api mati karena tinggal asap saja, air kan sudah mulai surut, mereka kan kerja dari pagi sampai siang, mereka langsung tinggal pulang, nyeberang. Tau nya sekitar jam tiga sore api membesar, kan banyak kayu kering disana,” kata Sapdani, Minggu (4/1/2026).
Sapdani menyanggah, informasi soal perusahaan atau oknum pengusaha berinisial AK, yang diduga sebagai otak dibalik kebakaran lahan tersebut.

“Yang memberikan informasi itu sebenarnya tidak tahu, karena termasuk warga saya juga yang bekerja disitu, jadi mereka lapor ke saya penyebab kebakarannya. Memang kesalahan para pekerja membakar sarang tawon. Kalau perintah dari perusahaan belum ada, karena perusahan pun tahu pembakaran itu harus ada izin dulu,” ujarnya.

Baca Juga  Sembilan Calon Sekdakab, Tiga diantara nya Gugur Dalam Proses Seleksi Administrasi

Menguatkan alibinya, Sapdani bahkan sudah mengklaim hasil penyelidikan pihak kepolisian setempat yang menyimpulkan peristiwa kebakaran terjadi karena unsur ketidaksengajaan.

Berbeda dari pengakuan Sapdani, sumber di lingkungan Rt Korek, Rw Sempur, Kelurahan Galang Baru, justru menyimpulkan kebakaran memang dilakukan perusahaan (pengusaha AK, red), alasannya karena yang berada di lokasi adalah anak buah AK sendiri.

“Informasi soal penyebab kebakaran simpang siur, ada dari warga Tanjung Melagan katanya gara-gara seorang ibu yang membakar sampah, pengakuan lain dari anak buah Akiau gara-gara puntung rokok. Tapi kan nyatanya anak buahnya yang kerja disitu,” ungkap sumber warga ini.

Kebakaran ini, lanjut sumber, sempat membuat khawatir, karena tidak jauh dari lokasi terdapat makam leluhur warga. “Kami dari pulau merasa resah, khawatir takut merembet ke makam, karena datok moyang kami dulu tinggal dan dimakamkan disana,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *