Menurutnya, bantuan tersebut menjadi langkah awal yang baik, tetapi belum cukup untuk membiayai seluruh pekerjaan rehabilitasi bangunan bersejarah tersebut.
“Dengan anggaran yang tersedia saat ini, tentu belum mampu menutupi seluruh kebutuhan perbaikan Istana Siak,” katanya.
Karena itu, Afni berharap dukungan Komisi X DPR RI agar pemerintah pusat dapat mengalokasikan tambahan anggaran sehingga renovasi dapat dilakukan secara menyeluruh. Menurutnya, pelestarian Istana Siak tidak hanya penting bagi masyarakat Kabupaten Siak, tetapi juga bagi sejarah nasional.
“Kami sangat berharap adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah pusat untuk merenovasi Istana Siak. Bangunan ini memiliki nilai sejarah yang luar biasa karena masih menyimpan berbagai peninggalan Kesultanan Siak yang harus dijaga untuk generasi mendatang,” ujar Afni.
Sebelum mengunjungi Istana Siak, rombongan Komisi X DPR RI meninjau hasil revitalisasi SD Negeri 001 Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura.
Kegiatan dilanjutkan dengan makan beranyut di tepian Sungai Siak, kemudian mengunjungi sejumlah destinasi sejarah dan religi, di antaranya Masjid Sahabuddin, Kompleks Makam Sultan Syarif Kasim II, dan ditutup dengan peninjauan ke Istana Siak.
Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Siak untuk memperjuangkan dukungan pemerintah pusat dalam menjaga keberlangsungan salah satu warisan budaya dan sejarah terpenting di Provinsi Riau.
Parlindungan Tambunan












