Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Berita

Kasus Oli Palsu Mandek, Publik Minta Polda Kalbar Transfaran

×

Kasus Oli Palsu Mandek, Publik Minta Polda Kalbar Transfaran

Sebarkan artikel ini

Pontianak, Kalimantan Barat — 21 Juli 2025 – Dewanusantaranews.com – Lebih dari dua pekan pasca penggerebekan gudang penyimpanan oli yang diduga palsu di wilayah Pontianak, Kalimantan Barat, aparat kepolisian belum juga mengumumkan secara resmi perkembangan penyelidikan. Masyarakat mulai mempertanyakan keseriusan Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) dalam menangani kasus yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna kendaraan bermotor tersebut.

Gudang yang diduga sebagai tempat distribusi oli palsu itu digerebek Satuan Tugas Gabungan pada Jumat, 20 Juni 2025, dengan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan dilakukan Kamis, 26 Juni 2025. Namun hingga hari ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai penetapan tersangka maupun identitas pelaku usaha yang terlibat.

Baca Juga  TK Nirwana Cendikia Raih Tiga Piala Di Ajang Festival Bermain Warna Anak Dan Orangtua

Warga Pontianak mulai menyuarakan keresahannya. Salah satunya adalah Zul, warga Kecamatan Pontianak Utara, yang merasa khawatir jika oli palsu itu telah beredar luas tanpa pengawasan.

Kite penasaran same kasus oli palsu nih, dah sampe mane, senyap jak polisi nih. Oli itu punye siape, paling nda kasi taulah warga ni, takut nye lagi bekemas ba,” ujar Zul, Senin (21/7), dengan logat khas Pontianak.

Kepala Polda Kalbar, Irjen Pol Pipit Rismanto, sebelumnya dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-78 pada 2 Juli lalu menyampaikan bahwa seluruh pihak, baik individu maupun lembaga yang terindikasi terlibat, wajib memberikan keterangan kepada penyidik.
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi dari Ditreskrimsus Polda Kalbar terkait hasil pemeriksaan maupun uji laboratorium terhadap sampel oli yang disita.

Baca Juga  Sambang Dan Cooling System Polsek Indrapura Di Desa Siparepare

Sementara Subdirektorat I Kriminal Khusus, Polda Kalbar bapan Sitorus, saat dikonfirmasi menyebutkan bahwa proses analisis laboratorium masih berlangsung dan keterlibatan pihak-pihak terkait termasuk dari sektor pertanian masih belum dapat dikonfirmasi karena belum merespons panggilan penyidik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *