“Namun demikian, wilayah dengan kerawanan tertinggi seperti Polresta Pontianak, Polres Ketapang, dan Polres Kubu Raya tetap menjadi fokus penanganan. Saya minta para Kapolres di wilayah tersebut melakukan langkah-langkah strategis, inovatif dan terukur,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Wakapolda Kalbar mengingatkan jajaran untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan menjaga semangat pengabdian dan integritas. Ia juga menekankan empat program prioritas: ketahanan pangan (penanaman jagung dan perluasan lahan produktif), program makan bergizi gratis di sekolah, penanggulangan karhutla secara masif, dan persiapan audit BPK RI dengan tata kelola anggaran yang akuntabel dan transparan.
Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno, S.H., S.I.K., M.M., M.H. menegaskan bahwa kegiatan Anev ini bukan hanya evaluasi rutin, tetapi momentum untuk menyatukan komitmen seluruh jajaran dalam meningkatkan kinerja.
“Polda Kalbar terus berupaya menjawab harapan masyarakat dengan pelayanan yang humanis dan program yang langsung dirasakan manfaatnya. Kolaborasi antara fungsi operasional, pembinaan, dan dukungan masyarakat menjadi kunci keberhasilan menjaga kamtibmas dan ketahanan pangan,” pungkas Bayu.












