Sekadau, Kalimantan Barat – Minggu, 5 Oktober 2025 – Dewanusantaranews.com – Aktivitas tambang emas tanpa izin (PETI) kembali marak di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Fakta di lapangan menunjukkan, janji pemberantasan PETI yang sebelumnya digaungkan oleh Kapolda Kalimantan Barat tampaknya belum terbukti.
Dari hasil laporan masyarakat kepada awak media pada Minggu (5/10/2025), ditemukan aktivitas tambang emas ilegal yang beroperasi aktif di Dusun Entabuk, Desa Entabuk, Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau. Sedikitnya 50 set lanting atau mesin “jek” dilaporkan beroperasi secara terbuka di lokasi tersebut tanpa izin resmi.
Menurut sumber warga yang identitasnya dirahasiakan namun kredibel, kegiatan tambang itu diduga kuat dikendalikan oleh seorang cukong berinisial “A”. Aktivitas tersebut disebut-sebut mendapat dukungan logistik dari jaringan mafia pemasok BBM subsidi jenis solar, bahkan disuplai oleh oknum aparat kepolisian di wilayah Sekadau.
Setiap mesin wajib setor sekitar Rp1,5 juta sampai Rp2 juta untuk pemilik lahan, dan Rp500 ribu untuk pengurus lapangan. Aktivitas ini sudah jalan sekitar dua minggu, tapi aparat Polsek dan Polres Sekadau diam saja,” ungkap salah satu warga kepada media.
Lebih mengejutkan lagi, sumber tersebut menyebutkan bahwa oknum “A” mengklaim telah melakukan “koordinasi” dengan sejumlah pihak, mulai dari aparat penegak hukum hingga pejabat daerah.
Dia (A) bilang sudah aman karena sudah kasih setoran sampai ke atas, jadi tidak akan disentuh hukum,” ujar warga lain yang juga meminta identitasnya dirahasiakan.
Munculnya kembali aktivitas PETI di wilayah Dusun Entabuk, Desa Entabuk, Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Warga mempertanyakan keseriusan aparat dalam menegakkan perintah Kapolda Kalbar yang sebelumnya berkomitmen memberantas tambang ilegal di seluruh wilayah hukum Kalimantan Barat.
Kalau rakyat kecil salah, cepat ditangkap. Tapi kalau yang punya modal dan beking, dibiarkan. Di mana keadilan?” ujar seorang tokoh masyarakat setempat.
Masyarakat juga menyoroti adanya dugaan keterlibatan jaringan mafia solar subsidi, yang disebut-sebut menyalurkan bahan bakar kepada para penambang. Mereka menduga ada oknum aparat yang turut menjadi “pelindung” aktivitas tambang ilegal tersebut.
Pertanyaan Publik yang Mengemuka
1.Siapa sebenarnya oknum aparat pemasok BBM subsidi kepada para penambang?












