Ketika kendaraan sulit melintas, distribusi hasil perkebunan ikut terhambat. Aktivitas anak sekolah dan masyarakat yang membutuhkan akses transportasi juga berpotensi terganggu.
Bahkan, kondisi jalan yang berlumpur dan licin dinilai meningkatkan risiko kecelakaan bagi para pengguna jalan.
Tim Investigasi DPC AWI Rohil menyebut persoalan kerusakan jalan tersebut bukan kejadian baru. Kondisi serupa telah berlangsung cukup lama dan sebelumnya juga dilaporkan pernah menimbulkan korban.
Aliansi Wartawan lndonesia (AWl) Desak Pemprov Riau dan Pemkab Rohil Turun Tangan:
Melihat kondisi tersebut, Ketua AWI Kabupaten Rokan Hilir melalui Tim Investigasi DPC AWI Rohil mendesak Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir agar segera mengambil langkah konkret.
Pemerintah diminta turun langsung meninjau kondisi Jalan Manggala-Pujud, khususnya di sekitar Dusun Berkat Hulu, Desa Manggala Sakti, guna melihat secara langsung kesulitan yang dihadapi masyarakat.
AWI juga meminta agar segera dirumuskan solusi penanganan, baik melalui perbaikan sementara maupun pembangunan infrastruktur jalan secara menyeluruh sesuai kewenangan masing-masing pemerintah.
“Masyarakat tidak butuh lagi janji. Masyarakat Pujud dan Manggala membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar retorika,” demikian desakan yang disampaikan Tim Investigasi DPC AWI Rohil.
Mereka berharap pemerintah tidak menunggu sampai terjadi kecelakaan yang lebih serius untuk mengambil tindakan.
Bagi masyarakat Manggala dan Pujud, jalan tersebut bukan sekadar infrastruktur penghubung antarkecamatan, melainkan urat nadi perekonomian dan akses penting untuk menunjang kehidupan sehari-hari.
Kini, masyarakat menantikan realisasi perbaikan Jalan Manggala-Pujud agar persoalan lumpur saat hujan dan debu saat kemarau tidak terus menjadi penderitaan tahunan bagi pengguna jalan.
Laporan: Tim investigasi (AWl) Rohil












