Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Berita

Jacob Ereste : Janji Adalah Hutang Seperti Makna Pesan Ayat-ayat Suci Yang Diturunkan Dari Langit

×

Jacob Ereste : Janji Adalah Hutang Seperti Makna Pesan Ayat-ayat Suci Yang Diturunkan Dari Langit

Sebarkan artikel ini

Dewanusantaranews.com – Janji yang kadaluarsa itu, seperti obat yang tak lagi patut dikonsumsi. Biarlah dia diterbangkan angin seperti awan yang lepas bebas dilangit. Sebab semua jenis barang yang akan dikonsumsi tidak lagi diperlukan. Apalagi bila sudah kadaluarsa masa berlakunya. Jika pun tetap ingin dikonsumsi, boleh jadi dia akan menjadi racun bagi tubuh yang sudah pulih dari janji yang kecewa akibat angin sorga yang telah dihembuskan.

Janji itu memang terhembus seperti angin surga dengan segenap fantasi keindahan yang menggiurkan. Bahkan acap membuat mabuk kepayang bagi yang bersangkutan. Layak remaja yang tengah digulung cinta. Lupa akan ada kekecewaan yang banyak menghadang. Maka itu, akibat dari putus cinta bisa jadi bunuh diri.

Baca Juga  Tekan Kriminalitas, Polsek Lima Puluh Tingkatkan Patroli Malam

Pada tahapan inilah, keimanan yang dibekali oleh agama harus bertarung mengalahkan gejolak egosentrisitas yang tidak terkendali. Maka laku spiritual yang bisa dibangun sejak usia muda sangat diperlukan. Agar keyakinan terhadap kemurahan serta cinta kasih Tuhan itu tidak terbatas. Tentu saja utamanya bagi yang percaya (beriman) sambil memperbanyak do’a dan usaha. Sebab berdo’a saja — tanpa usaha — seperti ide atau gagasan yang tidak pernah diwujudkan. Masalah tak berhasil pun harus dapat dipetik hikmahnya. Minimal kesadaran kita untuk melakukannya telah menjadi pengalaman baru, daripada tidak pernah sama sekali melakukannya.

Janji dan harapan besar seperti dua sisi dari mata uang (gobang) yang tidak terpisahkan. Karena itu — janji acap dipahami oleh banyak orang semacam hutang yang harus dituntaskan, agar tidak mengganjal jalan menuju surga. Kecuali itu, karena janji pula harapan terus bertumbuh dengan optimisme dan pesimisme yang terkadang seperti badai berkecamuk di lautan bebas seperti tidak ada batasnya.

Baca Juga  Atlet Sambo Sumut Everaim Ginting Raih Emas Melalui Kemenangan TKO Di PON XXI

Jenis kelamin dari janji-janji itu pun acap beragam sifat dan tabiatnya. Sehingga sering ditampilan secara terselubung, sehingga sublimasi wujudnya lebih abstrak, hingga lebih sulit terbilang dalam bilangan yang tepat. Artinya, sungguh tidak ada kepastian yang bisa dijadikan patokan, seperti apa dan bagaimana wujud nyatanya, seperti rumitnya penulisan berita yang harus memenuhi syarat 5W + 1H (Apa, Siapa, kapan dan dimana hingga bagaimana terus ditambah mengapa yang perlu disertai jawabannya.

Dalam lelenguh penyanyi pun ada syair tentang seribu janji dari lidah yang tidak bertulang. Artinya, dari dalam mulut yang manis itu bisa diumbar seribu janji, meski akhirnya disudahi dengan janji yang cuma janji saja. Tak pernah ada wujud nyatanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *