Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Berita

Jacob Ereste : Cinta Kasih Tuhan Bagi Manusia dan Alam Semesta Dalam Dimensi Spiritual

×

Jacob Ereste : Cinta Kasih Tuhan Bagi Manusia dan Alam Semesta Dalam Dimensi Spiritual

Sebarkan artikel ini

Banten – Dewanusantaranews.com – Tamasya spiritual itu artinya melakukan perjalanan spiritual dengan riang dan gembira, tampa perlu mengernyitkan kening hingga suntuk dan tegang, seakan sedang menghadapi tuduhan serius yang bisa memenjarakan diri dengan amat sangat tersiksa. Jadi, perjalanan spiritual bisa dilakukan dengan santai sambil menikmati suasana yang terbangun maupun yang ditemui di sepanjang jalan yang berliku maupun terjal. Karena dengan cara menikmati — apa pun pekerjaan yang dilakukan dengan kegembiraan biasanya — lebih gampang berhasil dan membuahkan sesuatu yang diharapkan tanpa harus mengalami kesulitan serta rasa tertekan dalam keterpaksaan.

Laku spiritual itu sendiri justru ingin mendapatkan kesan ketenteraman serta kenyamanan lahir dan batin. Sebab dengan kenyamanan lahir bisa menghantar suasana memasuki kenyamanan batin yang dapat membuat seluruh organ tubuh menjadi segar dan sehat, tanpa adanya beban. Karena itu, sikap jujur dan ikhlas dengan hati yang bersih dapat menjadi pemagar diri dari perbuatan tercela yang paling dibenci oleh agama. Hingga dengan laku spiritual yang serius dilakukan — meski dengan pembawaan dan tampilan yang santai — nilai spiritualitas yang diinginkan tetap dapat diperoleh.

Baca Juga  Bagi Takjil, Polsek Kandis Semarakkan Momen Ramadhan

Oleh karena itu, sikap jujur, ikhlas, pasrah dan siap untuk menerima segala apa yang terjadi kemudian dapat diterima dengan lapang dada serta hati yang tetap lega. Dalam konteks inilah melalui laku spiritual dapat segera dipahami bahwa segala sesuatu yang terjadi itu memiliki keterkaitan dengan kekuasaan Tuhan.

Pada gilirannya kemudian, memang sikap pasrah pun harus menyertai untuk menerima segala sesuatu yang terjadi kemudian, tak hanya yang menyenangkan, tapi juga untuk hal-hal yang tidak mengenakkan, atau sesuatu yang tidak pernah dikehendaki sebelumnya. Maka dalam konteks ini pun, kepercayaan terhadap nasib — yang sepenuhnya tidak dapat sepenuhnya ditentukan oleh usaha manusia — bisa dipahami sehingga dapat dikembalikan kepada Tuhan.

Baca Juga  Polsek Kandis Gelar Peringatan Isra’ Mi’raj 1447 H, Perkuat Spirit Keimanan dan Kepedulian Sosial Personel Polri

Dalam cara berpikir dan menyikapi berbagai hal dalam hidup dengan cara seperti itu, maka dapat diharap keyakinan dalam proses laku spiritual mampu untuk terus mendekatkan diri kepada Allah sungguh telah dilakukan dengan proses yang baik dan sempurna. Soalnya kemudian tinggal bagaimana caranya mendalami serta memaknai nilai-nilai spiritual yang dapat diambil dari momen tamasya spiritual yang telah dilakukan dengan penuh rasa riang dan gembira untuk menemui Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *