Artinya, proses perpindahan ASN pada tahap pertama tahun 2025, tidak lagi ada masalah, tinggal kesiapan ASN sendiri untuk bersiap diri memasuki suasana baru, lingkungan baru dan budaya kerja yang baru sehingga harus diselaraskan dengan irama kerja yang sudah terbentuk di Jakarta. Minimal dari kondisi di tempat kerja hingga tempat tinggal di dalam menara hunian, pasti harus disesuaikan, karena waktu kerja di Jakarta masih tinggal di perumahan atau perkampungan yang relatif mempunyai suasana berbeda.
Masalahnya mungkin agak krusial bagi mereka yang telah berkeluarga dan memiliki anak yang masih sekolah. Setidaknya, untuk tempat sekolah dan pindah sekolah akan menjadi kendala tersendiri yang tidak gampang diatasi. Belum lagi masalah teknis ahar mengajar yang sedang menjadi perhatian akibat merosotnya etika, moral dan akhlak yang selama tiga puluh tahun terakhir jadi terbengkalai dan diabaikan. Karena itu peranan dari pekerja kebudayaan yang bisa memberi nilai-nilai etika dan moral hingga anak didik berakhlak mulia patut menjadi bagian dari perhatian yang serius dan ekstra untuk diwujudkan.
Di tempat yang baru — IKN — akan terbentuk budaya baru dari warga masyarakat pendatang dan warga masyarakat setempat bersama warga masyarakat yang datang secara spontan untuk menemukan penghidupan baru yang lebih layak dan manusiawi. Karena itu, gerak kehidupan yang khas budaya masyarakat yang baru akan mencari bentuknya yang baru.
Dalam kalkulasi makro, perpindahan ASN dari pemerintah pusat ke Penajam, Kalimantan Timur, menurut para pelaku usaha di Jakarta, posisi ekonomi akan mengalami turbulensi antara tiga puluh persen yang sangat berpengaruh pada5 UMKM (Usaha Menengah Kecil Mikro) yang terpaksa harus ikut menanggung himpitan ekonomi yang semakin berat. Akibat turbulensi ekonomi ini dari kepindahan Ibu Kota Negara ke Ibu Kota Nusantara, cukup besar pengaruhnya bagi berbagai bentuk usaha ekonomi yang lain, setidaknya bagi pekerja informal yang cukup dominan adanya di Jakarta dan sekitarnya.
Minimal dari dalam program perpindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Penajam, Kutai Kertanegara, pasti akan menjadi semacam.gempa budaya yang perlu dan patut menjadi perhatian serius dari semua pihak, sebab masalah bagi yang ditinggalkan pun bisa menimbulkan masalah baru, meski tetap digarap semua dampaknya bernilai positif, seperti berkurangnya tingkat kemacetan — dan semoga pula berkurangnya jumlah pengangguran — yang dapat disedot oleh magnit IKN untuk menciptakan ragam macam lapangan kerja baru yang cukup lama tidak mampu diatasi oleh pemerintah sejak beberapa periode sebelumnya. Hingga akhirnya, harapan baru mampu memupus kecemasan baru — tidak hanya untuk yang pindah, tetapi juga untuk banyak hal yang ditinggalkan.
Pecenongan, 18 November 2024












