Acara kemudian dilanjutkan dengan tausyiah agama oleh Ustadz Mester yang mengupas tuntas keutamaan ikhlas berinfak. Ia menjelaskan bahwa infak yang tulus adalah kunci diterimanya amal sekaligus pembersih jiwa dari sifat kikir.
Ustadz Mester turut mengisahkan kedermawanan Umar bin Khattab RA sebagai teladan nyata. Mulai dari aksi Umar menginfakkan separuh hartanya pada Perang Tabuk, hingga kerelaannya melepas kebun kurma kesayangannya sebagai bentuk penebusan atas kelalaian ibadah.
Kisah ini diharapkan memotivasi masyarakat Siak untuk menjadikan infak sebagai wujud syukur dan ketaatan mutlak kepada Allah SWT.
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, menyerahkan sejumlah bantuan sarana ibadah berupa satu rol sajadah, tujuh mushaf Al-Qur’an, empat rehal, dan 1 paket kain sarung. Dan juga di salurkan Zakat kepada 10 orang masyarakat Kampung Benayah oleh BazNas Siak.
Parlindungan Tambunan












