Relawan Prabowo Gibran itu juga sampaikan kritik dan masukan yang membangun, agar pihak Pegawai maupun Staf di Istana Wakil Presiden bekerja dengan baik, benar dan profesional. Kasihan sama masyarakat, sudah jauh-jauh datang dari Daerahnya masing-masing, ternyata setibanya di pintu Gerbang Kantor Istana Wapres justru diperlakukan seperti tidak manusiawi. Sudah 79 tahun Indonesia Merdeka, Kualitas Pelayanan Publik masih menjadi Permasalahan besar. Bagaimana mungkin mau ngurus Kasus yang besar, wong Pelayanan Publik saja seperti ini, Masyarakat bertumpuk di depan pintu Gerbang, Petugas yang bekerja di Kantor RI 2 justru lebih parah dari Pelayanan Petugas di Kantor Kelurahan maupun Desa. Kelihatan jelas Persiapan kurang matang, Prihatin kami dengan Mas Wapres, ide cemerlangnya justru tidak bisa di Eksekusi dengan Matang, bagi Ketua Larshen Yunus, para Pegawai dan Staf di Kantor Wapres terkejut, karena selama ini, sewaktu Wapresnya Ma’aruf Amin terkesan tidak bekerja, giliran masa Wapres Gibran mereka terkejut, biasa duduk-duduk, kerja buta dan terima gaji dari Negara! Ayo Revolusi Mental, DPP GARAPAN siap sedia mengawal Program Asta Cita dari Presiden Prabowo dan Wapres Gibran.
Diketahui bahwa Wapres Gibran Menginisiasi Posko Pengaduan ‘Lapor Mas Wapres’ di Istana Wapres, Jakarta. Posko itu dibuka sejak hari Senin (11/11/2024) lalu.
Masyarakat silih berganti berdatangan dan membuat pelaporan atas permasalahan yang dialami. Pada hari pertama tercatat sebanyak 55 orang melaporkan permasalahan mereka ke posko pengaduan tersebut.
Deputi Administrasi Sekretariat Wakil Presiden RI, Sapto Harjono menyebutkan bahwa Pengaduan yang disampaikan masyarakat bermacam-macam.
Ia menjelaskan usai menerima Laporan, Setwapres akan mempelajari permasalahan yang dialami pelapor. Lalu, Setwapres akan berkoordinasi dengan Kementerian/Lembaga terkait, hingga Pemda terkait yang dinilai membawahi Permasalahan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, terlihat masih banyaknya Masyarakat silih berganti berdiri didepan Pintu Gerbang Istana Wakil Presiden di Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat, sementara disatu sisi Pejabat disana hanya bisa melihat dan mengintip lewat Jendela Kantor, bahkan terlihat juga Mobil Pejabat di Kantor RI 2 yang melintas di Kerumunan Masyarakat tanpa sedikitpun membuka Kaca Mobil Mewahnya.
Red












