Menurutnya, pembangunan daerah tidak mungkin berhasil apabila hanya mengandalkan pemerintah.
Dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, organisasi kepemudaan, dunia usaha, akademisi, media, organisasi masyarakat, hingga komunitas-komunitas lokal.
“Kami membuka pintu kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Simalungun, Forkopimda, DPRD, perguruan tinggi, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, pelaku UMKM, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, media massa, dan seluruh elemen masyarakat. Pembangunan harus menjadi kerja bersama,” tegasnya.
Ia meyakini kolaborasi merupakan kunci dalam mempercepat pembangunan daerah sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi Indonesia Emas 2045.
“Kabupaten Simalungun memiliki potensi besar di sektor pertanian, pariwisata, industri, ekonomi kreatif, hingga sumber daya manusia. Potensi itu akan berkembang lebih cepat apabila seluruh pihak mampu berjalan bersama dalam semangat kolaborasi,” ujarnya.
Pada peringatan HARLA KNPI ke-53 ini, Sabaruddin juga mengajak seluruh pemuda untuk terus meningkatkan kapasitas diri, menjaga persatuan, serta mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah.
“Usia 53 tahun menunjukkan KNPI telah matang sebagai organisasi.
Kini saatnya kita melahirkan lebih banyak karya nyata, memperkuat sinergi, dan menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Mari kita buktikan bahwa pemuda bukan sekadar pelengkap pembangunan, tetapi penggerak utama perubahan menuju Simalungun yang maju dan Indonesia yang lebih kuat,” pungkasnya.
Laporan AG












