Ia juga menyoroti bantahan dari pihak perusahaan yang diduga terkait peredaran oli palsu itu. “Saat dikonfirmasi, pihak perusahaan berdalih tidak mempunyai perwakilan resmi di Kalbar. Ada apa ini? Kita tidak boleh takut untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. Jika ketidakadilan dan kecurangan semacam ini terus dibiarkan, rakyat Kalbar yang menjadi korban,” ujarnya.
Krisantus meminta aparat penegak hukum terus mengusut tuntas dan menindak semua pihak yang terlibat, tanpa pandang bulu. “Kita harus berani bicara, meskipun 100 orang menentang, saya tetap berdiri pada kebenaran ini,” pungkasnya.
Sumber : Krisantus Wakil Gubernur Kalimantan Barat












