Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Berita

GAMKI Simalungun Dorong Pemuda Kristen Ambil Peran Nyata di Politik dan Ekonomi

×

GAMKI Simalungun Dorong Pemuda Kristen Ambil Peran Nyata di Politik dan Ekonomi

Sebarkan artikel ini

Simalungun – Dewanusantaranews.com – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Simalungun menggelar kegiatan Pembentukan Panitia Maperta, Seminar Nasional, Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), serta Focus Group Discussion (FGD) yang dirangkaikan dalam satu agenda pembinaan kader. Kegiatan ini berlangsung di Aula Rapat STT Renatus, Simalungun. (Sabtu, 14/2/2026)

Salah satu agenda utama dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Peran Pemuda Kristen di Panggung Politik dan Ekonomi Indonesia.” Diskusi ini bertujuan membuka ruang refleksi dan dialog kritis bagi pemuda Kristen agar tidak apatis terhadap dinamika kebangsaan, khususnya di bidang politik dan ekonomi.

FGD ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, di antaranya James A. Siahaan, S.STP., MM (praktisi akademisi) dan Sahata Silalahi, ST (politisi). Diskusi dipandu oleh moderator Depandes Nababan, yang juga merupakan Presiden Mahasiswa BEM UNIFA.

Baca Juga  Cooling System Ditlantas Polda Riau kembali Mengajak Para Wajib Pajak Melalui Samsat Tanjak

Dalam pemaparannya, narasumber menegaskan bahwa tantangan politik dan ekonomi Indonesia hari ini menuntut kehadiran generasi muda yang memiliki integritas, kapasitas, serta keberanian moral. Pemuda Kristen dinilai memiliki nilai dasar yang kuat untuk terlibat aktif dalam ruang publik, tidak hanya sebagai pengamat, tetapi sebagai pelaku perubahan. ~Ucap Sahata Silalahi

Dalam sesi diskusi, moderator mengajukan pertanyaan terkait ruang paling realistis yang dapat dimasuki pemuda Kristen untuk berkontribusi langsung di bidang politik dan ekonomi, khususnya dalam konteks Siantar dan Simalungun. ~Ujar Depandes Nababan

Menanggapi hal tersebut, James Siahaan selaku narasumber menyampaikan bahwa pemuda Kristen perlu mulai memperkuat diri melalui sektor wirausaha dan dunia usaha yang sesuai dengan karakter serta potensi daerah. Menurut narasumber, kontribusi nyata tidak selalu harus dimulai dari politik formal, melainkan dari penguatan ekonomi rakyat yang berangkat dari realitas lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *