Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Berita

Dugaan Korupsi BP2TD dan Proyek Jalan Mempawah : Ketua LSM Diduga Politisasi Kasus, Masyarakat Minta Penegak Hukum Bertindak Tegas

×

Dugaan Korupsi BP2TD dan Proyek Jalan Mempawah : Ketua LSM Diduga Politisasi Kasus, Masyarakat Minta Penegak Hukum Bertindak Tegas

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK, KALIMANTAN BARAT – 3 Juni 2025 – Dewanusantaranews.com – Polemik dugaan korupsi proyek Balai Pengujian dan Pengembangan Transportasi Darat (BP2TD) serta peningkatan jalan di Kabupaten Mempawah kembali menjadi sorotan publik. Hal ini menyusul pernyataan kontroversial Ketua LSM Mempawah Berani, Maman Suratman, yang menuding pelapor kasus tersebut memiliki motif dendam politik terhadap Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan. Maman mengungkapkan hal ini kepada sejumlah media daring pada Sabtu (31/5).

Pernyataan Maman memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, lantaran kasus dugaan korupsi ini diduga telah menyebabkan kerugian negara yang signifikan, sebagaimana tercatat dalam hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Kenapa Harus Ditutupi?”
Seorang warga Kalbar yang enggan disebutkan namanya, Selasa (3/6), menilai pernyataan Maman justru terkesan menutup-nutupi fakta.

Baca Juga  Kejadian F. SPTI Di Kecamatan Kandis, Ini Penjelasan Dari Kapolsek Kandis

Ini sudah menjadi rahasia umum. Dari rakyat biasa hingga para elit kebijakan di Kalimantan Barat sudah mengetahui bahwa proyek ini menimbulkan kerugian negara. Jangan ada dusta atau manuver yang malah menutupi fakta. Kalau memang ada temuan kerugian negara, biarkan penegak hukum bekerja. Jangan ada intervensi dari pihak mana pun,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan kapasitas Maman. Siapa sebenarnya Maman? Apa kapasitasnya? Ini yang justru memunculkan kecurigaan di masyarakat. Penegakan hukum itu sudah jelas ada jalurnya. Kalau memang benar ada korupsi, harus ditindak tegas, bukan malah dilindungi,” tegasnya.

Sumber lain yang ditemui awak media turut menyoroti para elit politik dan pejabat publik di Kalbar.

Baca Juga  Polsek Padang Hulu Gelar Patroli Blue Light, Pastikan Keamanan Jelang Lebaran

Jangan banyak bersandiwara. Rakyat sekarang tidak butuh drama politik, tapi kerja nyata dan pembuktian. Sudah terlalu banyak pejabat di Kalimantan Barat ini yang menjadi raja koruptor. Tapi sampai sekarang, belum ada yang sungguh-sungguh dibawa ke meja hijau oleh KPK,” tegasnya.

Pengamat Hukum Nasional: Hukum Harus Berdiri Tegak
Menanggapi dinamika tersebut, pengamat hukum nasional, Prof. Dr. Budi Prasetyo, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa penegakan hukum harus dijalankan secara profesional tanpa intervensi.

Pernyataan yang cenderung mempolitisasi kasus korupsi justru dapat mengaburkan proses penegakan hukum. Dalam konteks ini, peran penegak hukum menjadi krusial untuk memastikan bahwa tidak ada yang kebal hukum, terutama dalam perkara yang merugikan negara,” ungkap Prof. Budi.

Baca Juga  Jaga Kamtibmas, Polres Tebing Tinggi Perketat Patroli Dimalam Hari

Menurutnya, jika audit BPK sudah menyebut adanya kerugian negara, maka proses hukum seharusnya berjalan tegas dan transparan.

Jangan sampai publik dibiarkan berspekulasi. Keterbukaan dan akuntabilitas adalah kunci untuk mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap institusi penegak hukum,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *