“Alhamdulillah, karya yang masuk tahun ini sangat bagus. Kreativitas peserta terlihat dari cara mereka menampilkan unsur budaya lokal, mulai dari ukiran, simbol di Istana Siak, hingga aksara hijaiyah. Ini membuktikan bahwa anak-anak Siak punya potensi luar biasa,” ungkap Budi.
Hal senada juga disampaikan Tengku Zulkarnain, Pamong Budaya pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Siak, sekaligus Dewan Kesenian Siak yang turut menjadi juri. Ia menyebutkan bahwa sayembara ini menjadi kesempatan berharga bagi generasi muda untuk berkarya dan diapresiasi.
“Sayembara ini khusus untuk anak-anak Kabupaten Siak. Ini kesempatan bagi mereka untuk berkarya dan diapresiasi dengan dijadikan logo resmi HUT Kabupaten Siak ke-26. Harapan kami, mudah-mudahan ke depan semakin banyak anak-anak Siak yang ikut berpartisipasi dengan karya yang lebih berkualitas, sehingga budaya kita makin dikenal luas,” kata dia.
Hadiah yang diperebutkan dalam sayembara ini berupa uang tunai, yakni juara I sebesar Rp2.500.000, juara II Rp2.000.000, juara III Rp1.500.000, dan juara Harapan I Rp1.000.000.
Parlindungan Tambunan












