“Ini kita lakukan pembukaan di desa pangkalan Batang Barat sesuai kesepakatan dengan pak Camat PJ kepala Desa yang ada bahwa kita buka di desa ini, demi melestarikan budaya turun temurun ini,” ucap Kadis.
Ia juga mengatakan bahwa festival lampu colok ini, wajib dilestarikan, karena hal ini bisa dijadikan Iven nasional karena tradisi tersebut yang paling meriah di kabupaten Bengkalis, dan pekerjaannya dilakukan secara bergotong royong.
“Ada beberapa hal yang kita harapkan dalam kegiatan lampu colok ini, pertama festival budaya lampu colok ini sudah menjadi PPDB warisan budaya tak benda yang sudah diakui. Jadi apapun ceritanya kabupaten Bengkalis, kita berharap kepada masyarakat, budaya ini tetap dilestarikan karena mungkin seluruh Indonesia pada puncaknya ataupun fokus adalah di kabupaten Bengkalis dan tidak kemungkinan di dalam pembuatan ini ada juga warga negeri Jiran Malaysia untuk melihat atau menyaksikan kemeriahan pesta lampu colok ini,” tuturnya selaku ketua panitia.
Selanjutnya Bupati Bengkalis diwakili oleh Wakil Bupati Bagus Santoso dan forkopimda menghidupkan secara simbolis lampu colok.












