Pesan ketiga adalah larangan merokok. “Saya sampaikan dengan jelas: anak-anak sholeh dilarang merokok! Rokok itu haram, rokok itu merusak kesehatan, rokok itu membuang-buang uang. Kalian adalah penghafal Quran, kalian harus jaga kesehatan mulut dan paru-paru kalian agar bisa membaca Quran dengan baik,” kata AIPDA Surya dengan penuh perhatian.
“Uang jajan kalian yang Rp5.000 atau Rp10.000 jangan dipakai beli rokok. Lebih baik beli buku, beli makanan sehat, atau ditabung. Rokok tidak ada manfaatnya sama sekali,” tambah AIPDA Surya memberikan nasihat praktis.
Pesan keempat adalah larangan bullying sesama teman. “Saya ingatkan: dilarang bully sesama teman! Jangan ejek teman yang lebih lambat hafalannya, jangan hina teman yang lebih miskin, jangan singkirkan teman yang berbeda. Islam mengajarkan persaudaraan, bukan permusuhan,” ungkap AIPDA Surya dengan nada serius.
Seorang anak perempuan penghafal Quran, Fatimah, 12 tahun, menyampaikan pengalamannya. “Saya pernah di-bully teman karena saya dari keluarga tidak mampu. Saya sedih dan hampir tidak mau ke masjid lagi. Tapi setelah dengar kuliah Pak Polisi, saya jadi lebih kuat dan saya akan lapor kalau di-bully lagi,” ungkap Fatimah.
Buya Syahrial menambahkan perspektif agama. “Bullying adalah bentuk kezaliman yang sangat dilarang dalam Islam. Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita untuk saling menyayangi, bukan saling menyakiti. Anak-anak harus paham bahwa bullying adalah dosa besar,” kata Buya Syahrial.
Anak-anak sangat antusias mendengarkan kuliah 15 menit ini. “Mereka bertanya banyak hal, mereka sharing pengalaman, mereka berkomitmen untuk menjalankan pesan-pesan yang saya sampaikan. Ini adalah hasil yang sangat memuaskan,” ungkap AIPDA Surya dengan puas.
Pengurus masjid juga memberikan apresiasi. “Kami sangat berterima kasih kepada Bhabinkamtibmas yang sudah meluangkan waktu untuk memberikan kuliah kepada anak-anak penghafal Quran kami. Ini sangat bermanfaat dan kami minta kegiatan seperti ini dilakukan secara rutin,” ungkap pengurus masjid.
Kasi Humas mengapresiasi kreativitas Bhabinkamtibmas. “Ini adalah contoh nyata Bhabinkamtibmas yang kreatif dan inovatif. Kuliah 15 menit di masjid kepada anak-anak penghafal Quran adalah pendekatan yang sangat cerdas dan efektif. Kami mengapresiasi AIPDA Surya Atmaja dan Kapolsek Bosar Maligas,” ungkap AKP Verry.
Di akhir keterangannya, Kasi Humas menyampaikan harapan. “Kami berharap anak-anak penghafal Quran di Tinjowan dan seluruh Simalungun bisa menjadi agen perubahan yang menyebarkan kebaikan, menjauhi perang sarung, rokok, bullying, dan bijak dalam menggunakan media sosial. Mereka adalah generasi emas yang akan membawa Simalungun lebih maju dan bermartabat!” pungkas AKP Verry Purba menutup keterangannya dengan harapan besar kepada generasi muda penghafal Quran.
Laporan anton garingging












