Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Berita

“Harimau Buas”, Spirit Al-Qur’an dalam Perjuangan Sultan Siak Hadir di Pawai Ta’aruf MTQ Riau

×

“Harimau Buas”, Spirit Al-Qur’an dalam Perjuangan Sultan Siak Hadir di Pawai Ta’aruf MTQ Riau

Sebarkan artikel ini

SIAK – Dewanusantaranews.com – Replika Kapal Perang Harimau Buas yang tampil pada Pawai Perahu Hias MTQ Tingkat Provinsi Riau di Sungai Batang Kuantan 27 Juni 2026 nanti, bukan sekadar karya seni dan atraksi budaya, tetapi sebuah media dakwah sejarah yang mengangkat tema “Spirit Al-Qur’an dalam Perjuangan Sultan Siak”.

Kabid Kebudayaan Disbudparpora Kab. Siak sekaligus Ketua Dewan Kesenian Siak (DKS), Tengku Zulkarnain, selaku koordinator Pawai Ta’aruf Kafilah Kabupaten Siak, menjelaskan bahwa konsep ini dirancang untuk mengingatkan masyarakat bahwa kejayaan Kesultanan Siak lahir dari perpaduan nilai-nilai Al-Qur’an, adat Melayu, dan semangat perjuangan dalam menjaga agama serta kedaulatan negeri.

Menurutnya, replika Kapal Harimau Buas mengangkat kembali sejarah perjuangan Kesultanan Siak, khususnya Perang Guntung tahun 1759, ketika Sultan Muhammad Abdul Jalil Muzaffar Syah bersama para panglima dan hulubalang negeri bangkit menghadapi tekanan dan blokade VOC demi mempertahankan marwah, hak rakyat, dan kehormatan negeri.

Baca Juga  Kapolres Batu Bara Apresiasi Kolaborasi Pengamanan Natal dan Malam Pergantian Tahun

“Kapal Harimau Buas bukan hanya simbol peperangan, tetapi simbol perjuangan yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an. Para Sultan Siak mengajarkan bahwa kekuatan negeri lahir dari iman, ilmu, persatuan, dan kepemimpinan yang amanah,” jelas Tengku Zulkarnain yang juga biasa dipanggil Wak Zul.

Ia menjelaskan, dua belas dayung yang berada di sisi kanan dan kiri kapal melambangkan dua belas Sultan yang pernah memimpin Kesultanan Siak, sebagai simbol estafet kepemimpinan Melayu yang berpijak pada syariat Islam dan adat istiadat.

Keistimewaan replika kapal ini juga tergambar dari sosok-sosok yang berada di atas kapal. Tokoh Sultan Siak yang diperankan oleh Kerabat Resam Siak menjadi lambang pemimpin yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam memimpin negeri.

Baca Juga  Kapolsek Kotarih Melayat Komisioner Panwascam Yang Meninggal Karena Sakit

Turut berada di atas kapal Bupati Siak dan Wakil Bupati Siak sebagai representasi keberlanjutan kepemimpinan daerah yang berkomitmen menjaga warisan sejarah, budaya Melayu, dan nilai-nilai keislaman dalam pembangunan Kabupaten Siak.

Sementara itu, Datuk Empat Suku diperankan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Siak, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, dan Ketua Haji dan Umrah. Kehadiran mereka melambangkan unsur adat dan ulama yang selama ini menjadi tiang penyangga kehidupan masyarakat Melayu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *