Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Berita

Bhabinkamtibmas Polsek Bosar Maligas Kuliah 15 Menit di Masjid: Ajak Anak Penghafal Quran Bijak Medsos, Jauhi Perang Sarung dan Rokok

×

Bhabinkamtibmas Polsek Bosar Maligas Kuliah 15 Menit di Masjid: Ajak Anak Penghafal Quran Bijak Medsos, Jauhi Perang Sarung dan Rokok

Sebarkan artikel ini

Simalungun – Dewanusantaranews.com – Di tengah kesibukan menghafal ayat-ayat suci Al-Quran, puluhan anak sholeh dan sholeha di Masjid Taqwa Emplasmen Tinjowan mendapat bonus kuliah 15 menit yang sangat bermanfaat. Bhabinkamtibmas Polsek Bosar Maligas AIPDA Surya Atmaja, didampingi Buya Syahrial Sinaga, menyampaikan pesan kamtibmas jelang Ramadan pada Selasa sore, 3 Maret 2026: bijak gunakan media sosial, jauhi perang sarung, jangan merokok, dan stop bullying sesama teman.

Kepala Seksi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi Selasa sore, 3 Maret 2026, sekitar pukul 16.10 WIB, menjelaskan kegiatan Bhabinkamtibmas. “Bhabinkamtibmas Polsek Bosar Maligas AIPDA Surya Atmaja melaksanakan kuliah 15 menit seputar Ramadan dan kamtibmas bersama anak-anak penghafal Al-Quran pada Selasa sore, 3 Maret 2026, pukul 14.30 WIB hingga selesai di Masjid Taqwa Emplasmen Tinjowan, Nagori Tinjowan, Kecamatan Ujung Padang. Ini adalah pendekatan yang sangat cerdas: memberikan pesan kamtibmas kepada generasi muda yang sedang mendalami agama,” ujar Kasi Humas membuka penjelasannya.

Baca Juga  Kapolres Labuhanbatu Silahturahmi Dengan Tuan Guru Se_Kab Labura

Kepala Kepolisian Sektor Bosar Maligas, IPTU Sonni Silalahi, SH, yang memerintahkan kegiatan ini, menjelaskan strategi pendekatan kepada anak-anak. “Anak-anak penghafal Quran adalah generasi emas yang akan menjadi pemimpin masa depan. Mereka harus diberi pemahaman yang benar tentang kamtibmas sejak dini. Dengan pendekatan yang tepat, mereka akan jadi agen perubahan di lingkungannya,” kata Kapolsek dengan visi jangka panjang.

AIPDA Surya Atmaja yang menyampaikan kuliah menjelaskan konsep “kuliah 15 menit”. “Kuliah 15 menit adalah metode penyampaian pesan yang singkat, padat, dan mudah dipahami anak-anak. Kami tidak ingin mengganggu jadwal menghafal mereka terlalu lama, tapi kami ingin pesan kamtibmas tetap tersampaikan dengan baik,” ungkap AIPDA Surya menjelaskan metode.

Yang istimewa, AIPDA Surya didampingi oleh tokoh agama setempat. “Saya didampingi oleh Buya Syahrial Sinaga yang sangat dihormati di Tinjowan. Kehadiran Buya membuat anak-anak lebih mendengarkan dan menerima pesan yang saya sampaikan. Ini adalah kolaborasi yang sangat efektif antara polisi dan tokoh agama,” kata AIPDA Surya.

Baca Juga  Polres Labuhanbatu Rayakan HUT Bhayangkara Ke-78 Dengan Bantuan Sosial di Panti Jompo

Buya Syahrial Sinaga memberikan testimoni tentang pentingnya kuliah kamtibmas. “Saya sangat mengapresiasi kehadiran Bhabinkamtibmas di masjid kami. Anak-anak penghafal Quran memang harus diberi pemahaman tentang agama, tapi juga harus diberi pemahaman tentang bagaimana berperilaku baik di masyarakat. Kuliah kamtibmas sangat relevan dan penting,” ungkap Buya Syahrial.

Pesan pertama yang disampaikan adalah tentang bijak menggunakan media sosial. “Saya sampaikan kepada anak-anak: media sosial adalah pisau bermata dua. Bisa bermanfaat kalau digunakan dengan bijak, tapi bisa berbahaya kalau disalahgunakan. Jangan sembarangan posting, jangan bully orang di medsos, jangan sebarkan hoaks, jangan ikut-ikutan hal negatif,” ungkap AIPDA Surya menjelaskan pesan.

“Gunakan media sosial untuk hal-hal positif: berbagi ilmu agama, menyebarkan kebaikan, menginspirasi orang lain. Bukan untuk pamer, menjelek-jelekkan orang, atau menyebarkan konten negatif,” tambah AIPDA Surya memberikan contoh konkret.

Baca Juga  Polsek Medang Deras Jaga Kondusifitas Kamtibmas

Pesan kedua adalah larangan bermain perang sarung. “Saya tekankan bahwa perang sarung itu tidak dibenarkan, apalagi saat Ramadan. Ini bukan tradisi yang baik, ini adalah kekerasan yang dibungkus sebagai permainan. Kalian adalah anak-anak penghafal Quran, kalian harus jadi contoh yang baik, bukan ikut-ikutan perang sarung,” kata AIPDA Surya dengan tegas.

Salah seorang anak penghafal Quran, Ahmad, 13 tahun, memberikan respons. “Saya dan teman-teman memang sering diajak ikut perang sarung sama anak-anak lain. Tapi setelah dengar penjelasan Pak Polisi, saya jadi paham bahwa itu tidak baik. Saya akan tolak kalau diajak lagi,” ungkap Ahmad dengan penuh kesadaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *