Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Berita

Apel Perdana Pasca Lebaran, Bupati Siak Tekankan ASN Harus Survive Hadapi Tekanan Fiskal

×

Apel Perdana Pasca Lebaran, Bupati Siak Tekankan ASN Harus Survive Hadapi Tekanan Fiskal

Sebarkan artikel ini

Siak – Dewanusantaranews.com – Mengawali hari pertama masuk kerja pasca Idulfitri 1447 Hijriah, Bupati Siak, Afni, mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak untuk tetap solid, optimis, dan mampu bertahan dalam menghadapi tekanan keuangan daerah yang cukup berat di tahun 2026.

Hal tersebut disampaikan saat memimpin apel pagi bersama yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak, Rabu (25/3/2026).

“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Siak, saya bersama Bapak Wakil Bupati mengucapkan minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Kami menyadari dalam memimpin daerah ini masih banyak kekurangan, dan kami mohon maaf atas hal tersebut,” ujar Bupati Afni.

Baca Juga  Kolaborasi Solid, Brimob Riau Digganjar Penghargaan di Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62

Di tengah suasana Idulfitri, Bupati Afni mengingatkan bahwa kondisi yang dihadapi saat ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Siak, tetapi juga dirasakan oleh seluruh daerah di Indonesia. Ia menyebutkan bahwa urusan pemerintahan, dan kewajiban tetap sama, yaitu melayani masyarakat. Yang berbeda hari ini adalah kondisi keuangan daerah.

Ia menjelaskan, pada tahun 2026 transfer ke daerah dari pemerintah pusat mengalami pemangkasan hingga sekitar 50 persen, yang berdampak pada berkurangnya pendapatan daerah lebih dari setengah triliun rupiah.

“Ini challenge untuk kita semua. Di sinilah kita diuji, apakah kita benar-benar hadir sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat di tengah kondisi yang sulit,” ujarnya.

Baca Juga  Semangat Gotong Royong, Pos Naikere Satgas Yonif 642/Kps Laksanakan Karya Bakti di Kampung Naikere

Meski demikian, ia meminta seluruh ASN untuk tidak larut dalam keluhan, melainkan tetap bekerja dengan penuh tanggung jawab dan keyakinan.

“Kalau kita hanya mengeluh, tidak akan menyelesaikan apa-apa. Kita wajib bertahan (survive) dalam kondisi apa pun. Yang dibutuhkan hari ini adalah kerja keras, kekompakan, dan keyakinan bahwa kita mampu melewati situasi ini,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *