Simalungun – Dewanusantaranews.com – Kritik terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kian menguat. Sidak yang dilakukan Satuan Tugas (Satgas) MBG, bahkan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Simalungun, dinilai tidak berdampak nyata di lapangan. Pelanggaran menu justru disebut terus berulang.
Sorotan tajam mengarah ke salah satu pelaksana, Yayasan Bangun Bangsa yang berada di Hapoltakan, Kelurahan Sondi, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun. Dalam tiga minggu terakhir, kualitas menu yang disajikan diduga jauh dari standar gizi yang seharusnya.
Berdasarkan pantauan, menu ikan yang diberikan berukuran kecil dan tidak layak, buah yang disajikan pun dilaporkan dalam kondisi asam. Bahkan, setelah sidak dilakukan, tidak ada perubahan signifikan. Dapur MBG tersebut tetap menyajikan menu dengan kualitas yang sama.
“Setelah sidak pun tidak ada perubahan. Ikan lele yang diberikan sangat kecil, jauh dari kata layak untuk kebutuhan gizi,” ujar sumber di lapangan.












