Pekanbaru – Dewanusantaranews.com – Bupati Siak, Afni, mengikuti Rapat Akhir Gugus Tugas Reforma Agraria Provinsi Riau, yang dibuka oleh Plt. Gubernur Riau, SF Hariyanto, dan diikuti oleh seluruh kepala daerah se-Provinsi Riau. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Melati Lantai 3, Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Senin (1/12/2025).
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan Rakor ini bentuk upaya pemerintah untuk menata kembali penguasaan, kepemilikan, penggunaan tanah, dan tata ruang yang berkeadilan, sekaligus memastikan kesejahteraan masyarakat.
“Isu yang kita bahas saat ini berkaitan langsung dengan stabilitas sosial-ekonomi daerah serta masa depan tata kelola ruang di Provinsi Riau. Kita memahami bahwa persoalan agraria Riau masih kompleks dan membutuhkan kerja kolaborasi lintas sektor,” ujar Hariyanto.
Ia menyebutkan, Riau merupakan salah satu wilayah dengan persoalan agraria paling kompleks di Indonesia, yang menjadi sumber utama tumpang tindih kepemilikan dan konflik lahan.
Konflik agraria tidak dapat dipisahkan dari isu sosial-ekonomi masyarakat. Data menunjukkan angka kemiskinan Provinsi Riau berada di 6,36 persen, sebagian besar berada di wilayah agraria terdampak paling berat.
“Artinya, konsen reforma agraria bukan hanya usaha sertifikasi tanah, tetapi strategi untuk memerangi kemiskinan, menciptakan stabilitas sosial, dan menggerakkan ekonomi berbasis lahan,” ungkapnya.
“Ini bukan urusan politis, ini untuk hajat hidup orang banyak. Jadi, tim GTRA bekerjalah. Saya minta kepala daerah agar aset yang ada di kabupaten/kota disertifikatkan. Siapkan anggarannya, nanti dibantu Kanwil dan Kantah supaya sertifikat hak milik jelas. Mari kita jaga tanah kita.” sambungnya.
Ia berharap rapat ini menghasilkan peta jalan yang komprehensif, mencakup lintas wilayah, khususnya daerah kritis.
Bupati Siak Afni dihadapan Plt Gubernur Riau menyampaikan bahwa penyelesaian konflik lahan merupakan misi utamanya. Ia memaparkan perjuangan Kabupaten Siak dalam menyelesaikan konflik lahan.












