“Untuk tahap ini, kita menerima dua unit combine harvester. Satu unit diserahkan ke Gapoktan binaan Brigif TP-89 GG di Bungaraya, dan satu unit lagi untuk brigade dinas yang sifatnya mobile, sehingga bisa digunakan membantu petani di mana saja, bahkan berbagai kecamatan,” jelasnya.
Ia menambahkan, alsintan brigade juga akan dimanfaatkan untuk mendukung program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), khususnya penanaman padi gogo di sela tanaman kelapa sawit yang saat ini dilaksanakan di beberapa kecamatan seperti Dayun, Lubuk Dalam, Koto Gasib, Kerinci Kanan, dan Kandis dengan target luas tanam sekitar 750 hektare pada tahun 2026.
Selain itu, pihaknya juga menjalankan berbagai program pendukung sektor pertanian, di antaranya adanya bantuan optimalisasi lahan seluas 600 hektare di Kecamatan Bungaraya dan Sungai Mandau, serta peningkatan indeks pertanaman (IP) padi dari 250 menjadi 300 pada lahan seluas 1.900 hektare di Kecamatan Bungaraya dengan dukungan bantuan benih sebanyak 47,5 ton untuk tujuh desa.
Dalam waktu dekat, bantuan alsintan lainnya seperti traktor roda empat juga direncanakan akan disalurkan ke sejumlah kecamatan sebagai bagian dari penguatan sarana dan prasarana pertanian di Kabupaten Siak.
Parlindungan Tambunan












