Ia menyebut peningkatan tersebut tidak lepas dari kekompakan lintas sektor, mulai dari camat, penghulu, kader PKK, tenaga kesehatan, hingga MUI yang aktif turun ke lapangan memberikan pemahaman kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, kami bersyukur karena seluruh pihak kompak dan solid. Mudah-mudahan akhir November nanti capaian ini bisa naik hingga 80 persen, mohon doanya, ” ujarnya optimistis.
Meski demikian, Siti Sarifah juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi di lapangan, seperti penolakan sebagian orang tua karena khawatir anak demam, minimnya pemahaman tentang manfaat imunisasi, serta pengaruh hoaks dan isu kehalalan vaksin.
“Memang keputusan di tangan suami itu sangat berpengaruh terhadap bagaimana kita bisa mengajak dan mengedukasi. Perlu juga dilakukan pendekatan yang lebih persuasif, tidak memaksa. Kami juga berinovasi lewat program Gerakan Dorong orang tua antar anak imunisasi (GEDOR), edukasi di media sosial, dan Zoom Meeting lintas sektor,” tambahnya.
Dari TP PKK Pusat, Ketua 4 Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan, Nana Safriati Safrizal, juga menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Kabupaten Siak yang dinilai berhasil menjalankan kolaborasi lintas sektor secara optimal.
“Kami bahagia karena di Siak ini, pentahelix-nya bekerja. Mulai dari pemerintah, TP PKK, MUI, hingga masyarakat. Capaian di atas 50 persen ini luar biasa. Masih ada waktu dua minggu, ayo bersama kita dorong agar bisa tembus 80 persen,” ujar nya.
“Kami hadir untuk melakukan pendampingan dan monitoring penginputan data. Kalau kolaborasi ini terus berjalan, kami yakin Siak bisa menembus 80 persen dan berpeluang mendapat apresiasi nasional pada HKG PKK tahun depan,” tutupnya.
Parlindungan Tambunan












