Program ini bertujuan membentuk karakter antikorupsi, disiplin, dan integritas sehingga terciptanya budaya jujur di lingkungan sekolah, baik bagi guru maupun siswa.
“Kami sudah mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di 14 Kecamatan. Namun hingga saat ini baru satu Sekolah yang telah terverifikasi oleh pemerintah pusat. Setiap Sekolah direncanakan berdiri di atas lahan minimal 15 hektare dengan fasilitas pendidikan yang lengkap dan terintegrasi,” ucap romy.
Konsep sekolah ini juga menekankan pengelolaan yang transparan dan akuntabel terutama dalam penggunaan anggaran pendidikan serta, penguatan karakter seperti kejujuran, kemandirian, dan tanggung jawab.
“Pemerintah pusat mendorong pengembangan tiga jenis sekolah, yaitu Sekolah Garuda untuk siswa berprestasi tinggi, Sekolah Rakyat bagi masyarakat kurang mampu, serta Sekolah Nasional Terintegrasi yang menggabungkan jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMU dalam satu kawasan dengan fasilitas lengkap berbasis teknologi modern,” kata dia.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Siak berharap dapat menghadirkan sistem pendidikan yang lebih berkualitas sekaligus mencetak generasi unggul di masa depan. Turut hadir Kepala Dinas Sosial Wan Idris, Staf Ahli Bupati Fachrurrozi, Kepala Dinas PUPR Ardi, serta perangkat daerah terkait lainnya.
Parlindungan Tambunan












