“Di video saya sampaikan permintaan anak-anak. MBG memang belum ada yang buka di wilayah 3T. Baru ada dapurnya saja, tapi tidak buka-buka. Belum ada dapur MBG yang buka di wilayah 3T ini,” ungkap Afni.
Selain MBG, Afni juga menyoroti persoalan akses jalan, sarana pendidikan, kesehatan hingga sektor pertanian. Khusus menuju Teluk Lanus, sebelum tiba ke Dusun Mungkal, misalnya, perjalanan menggunakan kapal dapat memakan waktu sekitar enam jam.
Afni sendiri mohon maaf tidak dapat mendampingi tim khusus dari Wapres secara langsung karena harus berangkat ke Jakarta bersama Ketua DPRD Siak dan Badan Anggaran DPRD Siak. Mereka dijadwalkan mempertanyakan proyeksi Transfer ke Daerah (TKD), khususnya Dana Bagi Hasil (DBH) migas untuk 2027.
“Saya tidak bisa menerima mereka hari ini karena saya berangkat ke Jakarta bersama Ketua DPRD dan Banggar DPRD Siak. Besok kami diterima Bapak Dirjen perimbangan keuangan untuk mempertanyakan proyeksi APBN 2027 yang menurunkan DBH Migas. Kami mau mempertanyakan apa dasar perhitungannya. Pusat harus transparan pada daerah,” ujar Afni.
Afni menyebut, berdasarkan proyeksi yang mereka terima, DBH migas Siak pada 2027 berpotensi dipangkas sekitar 70 persen. Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan penjelasan utuh dari Kementerian Keuangan. Karena itu kedatangan tim Wapres akan didampingi oleh Wakil Bupati Syamsurizal.
“Saya sampaikan tim ini nanti akan diterima oleh Bapak Wakil Bupati dan jajaran. Saya juga minta Pak Wakil Bupati menunjukkan bagaimana kondisi riil di lapangan wilayah 3T,” ujarnya.
Afni menegaskan, persoalan wilayah 3T di Siak harus dilihat secara utuh. Sebagai daerah penghasil minyak, industri kehutanan dan perkebunan sawit, masih terdapat masyarakat yang belum menikmati akses dasar secara layak.
“Di Siak ini meskipun kami kaya sebagai penghasil minyak, sumber industri kehutanan, lalu juga sawit, masih ada wilayah 3T yang sampai hari ini belum memiliki akses jalan darat,” katanya.
Bupati perempuan pertama di Siak itu berharap kunjungan tim pemerintah pusat tersebut menghasilkan solusi konkret bagi masyarakat, bukan sekadar kunjungan seremonial.
“Kita sama-sama berharap turunnya tim ini bukan cuma seremoni, tetapi betul-betul memberikan solusi untuk persoalan yang ada di wilayah 3T Siak,” tegas Afni. (*)












