“Kalau banyak yang melihat foto Sultan kita, titipkan doa untuk beliau. Tanpa perjuangan para pahlawan, mungkin kita tidak melihat Siak seperti hari ini. Takkan Melayu hilang di bumi,” tegasnya.
Afni turut mengingatkan pentingnya membangun budaya malu membuang sampah sembarangan. Ia menilai perilaku tersebut perlu diperbaiki bersama untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman.
Penutupan Julang Budaya Siak 2025 juga disemarakkan dengan berbagai pertunjukan budaya seperti fashion busana Melayu, tari lambak, tari tortor, serta atraksi barongsai yang disambut antusias masyarakat.
Pertunjukan ini sekaligus menunjukkan keberagaman budaya yang hidup berdampingan di Kabupaten Siak. Kegiatan ini menjadi penanda komitmen Pemerintah Kabupaten Siak dalam merawat jati diri Melayu serta memperkuat karakter masyarakat melalui kegiatan budaya.
Parlindungan Tambunan












