Selanjutnya, prosesi mencapai puncaknya melalui Cakak Pepadun, ketika calon penyandang gelar menaiki singgasana kayu berukir sebagai simbol pengesahan dan pengumuman resmi gelar adat oleh para pemangku adat.
Sebelumnya, rangkaian Begawi Festival 2026 juga dihadiri para tokoh adat Lampung baik dari Saibatin maupun Pepadun yakni Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bergelar Sutan Tihang Marga, Bupati Lampung Utara bergelar Pangeran Dewantara, Ansori Sabak gelar Sutan Rajo Putra Negara, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama gelar Khadin Sampurna.
Selain prosesi Turun Mandei, kegiatan juga dirangkaikan dengan Angkon Muakhi, yaitu tradisi pengukuhan ikatan persaudaraan adat antara Pangdam XXI/Radin Inten dengan Gubernur Lampung, para tokoh adat, dan tokoh daerah. Tradisi tersebut mencerminkan nilai luhur masyarakat Lampung yang mengedepankan persaudaraan, kebersamaan, dan semangat gotong royong.
Begawi Festival 2026 turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Jajaran Kodam XXI/RI, Forkopimda Provinsi Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan, para pemangku adat, akademisi Universitas Lampung, Mahasiswa, serta berbagai elemen masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, para pemangku kepentingan menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya Lampung sebagai identitas daerah. (Pendam XXI/RI)












