Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Berita

Tragedi “Gudang Garam”: Dua Nyawa Melayang di Tambang Emas Ilegal Perbatasan Singkawang Bengkayang

×

Tragedi “Gudang Garam”: Dua Nyawa Melayang di Tambang Emas Ilegal Perbatasan Singkawang Bengkayang

Sebarkan artikel ini

Dugaan keterlibatan oknum yang membekingi operasi PETI sudah lama berhembus. Lokasi yang seolah “tak bertuan” di perbatasan dua daerah membuat pengawasan semakin lemah. Alhasil, jaringan PETI leluasa beroperasi, dari pemilik lahan, pemilik mesin, pengepul emas, hingga penyalur bahan bakar subsidi yang jadi nadi operasi tambang.

Kematian Ys dan Yn kembali menegaskan, aktivitas PETI bukan sekadar pelanggaran hukum lingkungan, tetapi juga tragedi kemanusiaan. Para pekerja hanya buruh upahan, tanpa perlindungan, tanpa jaminan keselamatan. Jika tertimbun, hilang, atau hanyut, tak ada yang bertanggung jawab.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum mengeluarkan keterangan resmi. Namun desakan warga kian keras: lokasi tambang harus ditutup, para pemilik lahan dan mesin diusut, serta jaringan beking PETI dibongkar.

Baca Juga  Kasat Binmas Polres Tebing Tinggi Sambang dan Cek Satkamling di Jalan Asrama

“Kalau terus dibiarkan, korban jiwa akan jatuh lagi. Hari ini dua orang, besok bisa lebih banyak,” kata seorang tokoh masyarakat di Singkawang Selatan.

Hingga berita ini diturunkan Redaksi Media masih mencoba mengumpulkan data serta informasi dari pihak pihak terkait namun belum tersambung, Redaksi Media juga melayani hak jawab hak koreksi dan hak klrifikasi dari pihak pihak terkait sesuai UU pers nomor 40 tahun 1999.

Sumber : Saksi Mata Warga di Lokasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *