Dalam mendukung prinsip daur ulang, siswa dan guru memanfaatkan botol plastik bekas menjadi pot tanaman yang digunakan untuk menghijaukan area sekolah. Inovasi sederhana tersebut tidak hanya mengurangi limbah plastik, tetapi juga menumbuhkan kreativitas peserta didik dalam memanfaatkan barang bekas menjadi produk yang bernilai guna.
Upaya konservasi air juga menjadi bagian penting dalam program lingkungan sekolah. Melalui pemasangan stiker edukasi bertuliskan “Hemat Air, Mohon Matikan Keran”, warga sekolah diingatkan untuk menggunakan air secara bijaksana. Langkah ini sejalan dengan semangat Adiwiyata yang mendorong pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab.
Tidak hanya fokus pada penghijauan dan kebersihan, SMP Negeri 9 Kandis juga mengintegrasikan pendidikan lingkungan dalam berbagai kegiatan pembelajaran dan proyek siswa. Melalui poster edukasi, kampanye lingkungan, serta kegiatan praktik lapangan, peserta didik didorong untuk menjadi agen perubahan yang mampu mengajak masyarakat sekitar menjaga kelestarian lingkungan.
Kepala SMP Negeri 9 Kandis, Nurida, S.Pd., menyampaikan bahwa keberhasilan Program Adiwiyata tidak hanya diukur dari penghargaan yang diperoleh, tetapi dari perubahan perilaku seluruh warga sekolah dalam menjaga lingkungan.
“ Kami berkomitmen membangun budaya sekolah yang peduli lingkungan melalui pembiasaan sehari-hari. Harapannya, peserta didik tidak hanya menjadi generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter peduli terhadap lingkungan dan mampu menerapkannya di masyarakat.”
Melalui kerja sama antara kepala sekolah, guru, siswa, komite sekolah, dan masyarakat sekitar, SMP Negeri 9 Kandis optimistis dapat terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan sekolah. Semangat gotong royong dan kepedulian yang telah tumbuh menjadi modal penting dalam mewujudkan sekolah yang bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan sesuai tujuan Program Adiwiyata Nasional.
Dengan berbagai aksi nyata yang telah dilakukan, SMP Negeri 9 Kandis,Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Provinsi Riau menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan bukan sekadar program, melainkan budaya yang terus dibangun demi menciptakan generasi masa depan yang peduli terhadap kelestarian bumi.
Parlindungan Tambunan












