Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi lintas sektor yang dibangun sepanjang pelaksanaan program Intervensi Imunisasi Anak Zero Dose. Para tenaga kesehatan memastikan ketersediaan vaksin dan pelayanan medis, sementara aparatur kecamatan, desa, dan kampung memberikan dukungan di lapangan. Di sisi lain, kader PKK dan Posyandu menjadi ujung tombak dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya imunisasi dasar bagi anak.
Program Intervensi Imunisasi Anak Zero Dose merupakan bagian dari upaya pemerintah bersama Kementerian Kesehatan untuk menemukan dan memberikan imunisasi kepada anak-anak yang belum pernah menerima imunisasi dasar lengkap. Kelompok anak ini berisiko lebih tinggi terpapar penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi, seperti campak, polio, dan difteri.
“Penghargaan yang diterima hari ini adalah awal dari kerja nyata, kerja keras, dan kerja cerdas. Ke depan, tantangannya justru akan semakin kuat. Jangan sampai penghargaan ini membuat kita lengah, sehingga angka zero dose yang sudah kita tekan dengan susah payah justru kembali muncul dan membuat kita harus merangkak lagi dari awal,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader PKK, Posyandu, serta masyarakat terus diperkuat agar tidak ada lagi anak yang terlewat dari layanan imunisasi dasar. Menurutnya, keberhasilan melindungi anak-anak dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi merupakan investasi penting dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat menuju Indonesia Emas 2045.
Parlindungan Tambunan












