Mahadar juga menekankan pentingnya pelibatan komunitas budaya, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan generasi muda. Menurutnya, pelestarian pusaka tidak dapat hanya mengandalkan kebijakan pemerintah.
Sementara itu, Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman menegaskan pentingnya memperkuat identitas budaya lokal di tengah modernisasi perkotaan.
Ia menyebut City Branding Ternate Kota Rempah sebagai ajakan untuk membangun gerakan bersama antara pemerintah, akademisi, pelaku ekonomi kreatif, dan masyarakat.
“Dengan sinergi seluruh pihak, Ternate tidak hanya akan kembali dikenal, tetapi juga memimpin narasi kejayaan masa lalu untuk kemakmuran masa kini,” ujar Tauhid.
Pembukaan Rakernas JKPI XII turut dihadiri Wakil Wali Kota Ternate Nasri Abubakar, Sekda Kota Ternate sekaligus Ketua Panitia JKPI Rizal Marsaoly, Direktur Eksekutif JKPI Nanang Asfarinal, serta sejumlah kepala daerah, delegasi, akademisi, budayawan, seniman, dan masyarakat.
Rakernas JKPI XII di Ternate menjadi momentum untuk mempertemukan pengalaman berbagai daerah dalam menjaga warisan budaya sekaligus mencari cara agar pusaka dapat berkontribusi terhadap pariwisata, ekonomi kreatif, pendidikan, dan pembangunan daerah tanpa kehilangan nilai sejarahnya.
Parlindungan Tambunan












