Keluarga yang merasa khawatir sudah menyusul ke sungai,tapi mereka mendapati korban tak ada disana hanya ditemukan sandal dan alat mandi korban yang berada di pinggir sungai.
Sehingga muncul dugaan jika korban ini telah tenggelam saat mandi akibat derasnya arus sungai komering.
Keluarga pun kemudian melaporkan hilangnya Sopiuddin ke pihak berwajib.
Lantas,mendapati laporan tersebut,Tim Basarnas Palembang kantor OKU Timur langsung bergerak melakukan penyisiran sungai.
Kepala Kantor Basarnas Sumsel,Raymond Konstantin mengatakan jika tim SAR gabungan menemukan korban pada pencarian hari ke dua.
Dalam pelaksanaan Operasi SAR, membagi Tim SAR gabungan menjadi dua Search And Rescue Unit (SRU), ujarnya pada Selasa, 2 Juli 2024.
Dijelaskannya,SRU pertama melakukan pencarian dengan cara penyisiran permukaan air menggunakan perahu karet dan perahu masyarakat,












