Kepada para ASN, Sekda berharap agar memahami hak dan kewajiban sebagai konsumen, mampu memilih produk keuangan yang sesuai kebutuhan, serta menjadi penyebar informasi yang benar dan terhindar dari praktik merugikan.
Sementara itu bagi pelajar, Sekda mengatakan edukasi ini menjadi investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang cerdas, mandiri, dan bertanggung jawab mengelola keuangan.
Deputi Direktur Pengawasan OJK Sumut, Yovvi Sukandar, menyampaikan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025: indeks literasi keuangan nasional mencapai 66,4 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 80,51 persen.
Yovvi menjelaskan bahwa Hari Indonesia Menabung telah ditetapkan sejak tahun 2019 melalui Kepres Nomor 26 Tahun 2019, bertujuan membangun budaya persiapan masa depan.
Yovvi juga memberikan panduan aman bagi masyarakat: jika mendapatkan tawaran investasi, periksa dua hal, apakah penyedia jasa memiliki izin resmi, dan apakah keuntungannya wajar. Jika ragu atau menjadi korban penipuan, hubungi layanan OJK di nomor 157.
Sebagai penutup rangkaian acara, dilakukan penyerahan tabungan secara simbolis dari Bank Sumut kepada perwakilan pelajar, yang diserahkan langsung oleh Sekda bersama jajaran OJK, BEI, dan unsur pimpinan daerah lainnya.
Laporan AG












