Setelah sebulan buron, akhirnya pada Sabtu, 31 Januari 2026, sekitar pukul 18.00 WIB, tim mendapat informasi akurat tentang keberadaan pelaku. RS alias Igris, pria 31 tahun yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan beralamat di Jalan Kol Komplek SD Inpres, Kelurahan Kebun Sayur, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematang Siantar, diketahui sedang berada di Komplek Bukit Maraja Bangun, tepatnya di Barak TIWI.
Tim operasional yang dipimpin langsung oleh IPTU Ivan Roni Purba segera meluncur ke lokasi. “Begitu sampai di TKP, kami langsung melakukan penangkapan. Alhamdulillah, pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan,” kata Kanit Jatanras menceritakan momen penangkapan.
Selain mengamankan pelaku, tim juga menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna hitam tanpa pelat nomor, dengan nomor rangka MH1JM021XMK082082 dan nomor mesin JM02E1082193. Motor yang dicuri tersebut masih dalam kondisi utuh.
Setelah penangkapan, Rian Sutrisno alias Igris langsung dibawa ke Kantor Sat Reskrim Polres Simalungun untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. “Saat ini tersangka sudah menjalani serangkaian pemeriksaan, termasuk pemeriksaan saksi-saksi. Kami juga sudah melaporkan perkembangan kasus ini kepada pimpinan,” ungkap sumber di Sat Reskrim.
Tersangka RS kini dijerat dengan Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP mengenai tindak pidana pencurian. Ancaman hukuman yang menanti bisa mencapai beberapa tahun penjara.
Kasat Reskrim AKP Herison Manullang berpesan kepada masyarakat untuk selalu waspada dan menjaga barang berharga, bahkan dari orang terdekat sekalipun. “Kasus ini membuktikan bahwa kejahatan bisa datang dari siapa saja. Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menjadi korban kejahatan,” pungkas Kasat Reskrim menutup keterangannya.
(AG)












