Puncak kegiatan ditandai dengan Apel Siaga Karhutla pada Kamis, 31 Juli 2025, yang dipimpin langsung oleh Kepala BPBD Kabupaten Ketapang, Yunifar.
Dalam arahannya, ia menyebutkan karhutla sebagai bencana ekologis yang dapat memicu kerugian lintas sektor. “Dampaknya bukan hanya lingkungan rusak, tapi juga kualitas udara buruk dan ekonomi terganggu,” tegasnya pada pers rilis 1 Agustus 2025.
Apel siaga turut dihadiri perwakilan Manggala Agni, KPH Ketapang Utara, DAD Sandai, MABM Sandai, serta perwakilan KTPA dan tokoh masyarakat setempat. Kegiatan ditutup dengan penandatanganan deklarasi kesiapsiagaan dan simulasi pemadaman api oleh tim Satgas Dalkarlahbun PT LAB.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya preventif dunia usaha dalam mendukung kebijakan nasional pencegahan karhutla, khususnya di sektor perkebunan.
Jn//98












