Ajang ini akan mempertandingkan kategori 5K, 10K, dan 21K, serta menyasar pelari dari berbagai daerah di Indonesia. Pemerintah daerah menargetkan kegiatan tersebut menjadi salah satu daya tarik wisata olahraga di Kabupaten Siak.
Afni mengajak para peserta Siak Run untuk kembali mengikuti ajang tersebut. Menurut dia, Siak Half Marathon bukan sekadar perlombaan lari, melainkan kesempatan bagi peserta untuk menikmati perjalanan sekaligus mengenal sejarah, budaya, dan alam Siak.
“Saya mengajak seluruh runner yang hari ini hadir untuk turut meramaikan Siak Half Marathon yang akan digelar pada 6 Desember mendatang. Dengan kategori 5K, 10K, dan 21K, ajang ini menghadirkan pengalaman sport tourism yang mempertemukan olahraga dengan perjalanan, sejarah, budaya, dan alam,” kata Afni.
Melalui Siak Run dan Siak Half Marathon, Pemkab Siak berharap kunjungan peserta dapat memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah. Peningkatan kunjungan wisatawan diharapkan turut menggerakkan usaha kuliner, penginapan, transportasi, dan UMKM lokal.
Pengembangan sport tourism tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan Siak sebagai destinasi yang tidak hanya menawarkan wisata sejarah dan budaya Melayu, tetapi juga pengalaman olahraga yang dapat menarik kunjungan wisatawan.
Parlindungan Tambunan












