Penemuan tersebut selanjutnya dilaporkan secara berjenjang kepada aparat Nagori Purba Dolok hingga akhirnya diteruskan ke layanan Call Center 110. Personel Polsek Purba yang diterjunkan ke lokasi turut berkoordinasi dengan Tim Inafis serta pihak Puskesmas Tigarunggu guna melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi korban.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Inafis di lokasi kejadian, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun bekas pergumulan pada tubuh korban,” tutur AKP Verry Purba.
Ia menambahkan, dari keterangan sejumlah saksi, diketahui bahwa korban selama ini tidak memiliki permasalahan dengan siapa pun, serta diketahui kerap mengeluhkan sakit perut dan pernah menjalani pengobatan atas keluhan tersebut. Hasil pemeriksaan luar oleh petugas medis Puskesmas Tigarunggu juga menguatkan dugaan bahwa korban meninggal dunia secara wajar akibat sakit yang diderita.
“Pihak keluarga korban menyatakan bahwa kematian korban murni disebabkan oleh sakit yang diderita, dan keluarga turut menyampaikan permohonan agar tidak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban,” pungkas AKP Verry Purba.
Penanganan kasus ini melibatkan sejumlah personel Polsek Purba, di antaranya Kapolsek Purba IPTU B. Silalahi, Kanit Reskrim IPDA L. Silalahi, S.H., M.H., Kanit Intel Aiptu H. Sinaga, serta Bhabinkamtibmas Aipda A. Sinaga, yang secara langsung turun ke lapangan untuk melakukan olah TKP, pengamanan barang bukti, hingga introgasi terhadap para saksi.
Sebagai tindak lanjut, pihak kepolisian akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap saksi-saksi serta melaporkan hasil penanganan kepada pimpinan. Jenazah korban sendiri telah dibawa pulang oleh pihak keluarga ke Desa Garingging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, untuk dimakamkan secara layak sesuai dengan keinginan keluarga.
Laporan AG












