“Kami mendapatkan ilmu baru tentang bagaimana memanfaatkan limbah lokal menjadi pakan mandiri, sekaligus memperoleh pengetahuan yang sangat bermanfaat untuk diterapkan dalam usaha budidaya ikan. Harapan kami, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan agar para pembudidaya semakin berkembang,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, PT Ivo Mas Tunggal bersama Ekosistem Aruna Siak telah menyusun rencana pengembangan produksi pakan alternatif, mulai dari penyediaan bahan replikasi, uji formulasi, penunjukan pengelola unit produksi, hingga penyusunan kerja sama pemanfaatan mesin produksi. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan keberlanjutan program sekaligus memperkuat kemandirian kelompok usaha perikanan di Kabupaten Siak.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Yolanda Ica, menjelaskan bahwa program ini tidak berhenti pada pelatihan semata. Perusahaan juga tengah mendorong penerapan model Inclusive Closed Loop, yakni ekosistem kemitraan yang menghubungkan pembudidaya, pengolah, pengepul, koperasi, hingga perusahaan dalam satu rantai pasok yang terintegrasi.
“Melalui model ini, hasil budidaya masyarakat memiliki kepastian pasar, distribusi yang lebih efisien, serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi seluruh pelaku usaha di dalam ekosistem,” jelas Yolanda.
Melalui penyelenggaraan Community Learning Center, PT Ivo Mas Tunggal menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Perusahaan meyakini bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, serta pengembangan usaha berbasis potensi lokal merupakan pondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing.












