Sementara kalau dilihat peristiwa tersebut semuanya sudah terverifikasi dari mulai kejadian, baik itu dari pihak perusahaan PT BI, PT SBP, Lurah Kelurahan Belawan II, Camat Belawan, Danramil 09/MB, Kapolsek Medan Belawan dalam hal ini sudah berusaha mencarik jalan yang terbaik untuk kedua belah pihak, disamping itu juga Dedy menyampaikan sesuwai pemberitaan yang ada di media online, bahwasanya sudah ada konfirmasi dari pihak PT BI, PT SPB, Polsek Belawan dan Lurah Belawan II bahwasanya menerangkan memang betul ada peristiwa kerusuhan terkait sengketa lahan, tapi tidak seperti yang di beritakan Dimedia online yang katanya 50 orang pekerja di Perusahaan lukak luka akibat diserang dan 1 orang diculik, membawa senjata tajam dan bom molotop, menurut Dedy ini sudah tidak sehat lagi dalam menyampaikan informasi kepublik
Disamping itu pada Kamis 11 Juni 2026 Lipson Sitinjak salah satu awak media online mewawancarai Supriadi alias Kiboy yang akrap dipanggil sebagai mandor proyek yang dipercaya PT SPB mengatakan dengan tegas membantah pemberitaan mereng Dimedia online, menrutnya itu semua tidak benar, menurut Supriadi memang betul ada peristiwa kerusuhan, tapi yang namanya penculikan, penyerangan terhadap pekerja yang katanya menyebabkan 50 orang luka luka,membawa senjata tajam dan bom molotop yang mengatas namakan ormas dan OKP dipemberitaan media online sekali lagi saya sampaikan itu tidak benar adanya ujar Supriadi
Begitu juga keterangan yang disampaikan Aipda Lumbangaol saat di konfirmasi mengatakan dia tidak ada menemukan senjata tajam dan atas nama Ormas dan OKP, menurutnya itu tidak benar pak ucapnya, hanya yang ada ribut mulut saja dilokasi, dan itupun bisa kita atasi secepatnya ujar Aipda Lumbangaol selaku Bhabinkamtibmas di Polsek Belawan.
Laporan AG












